pena cinta

Subsidi Listrik Tepat Sasaran

15 Jun 2017 - 21:55 WIB

Beberapa waktu lalu, di temlen facebook rame sekali tentang pembayaran listrik yang kembali naik. Saya sendiri memang merasakan, bagaimana pembayaran listrik yang setiap bulan naik, padahal pemakaian listrik sudah di hemat sebaik mungkin. Akhirnya pada 7 Juni 2017 saya mengikuti bincang santai dengan Kementerian ESDM, yang kebetulan pada hari itu membahas tentang Subsidi Listrik Tepat Sasaran. 

Apakah benar tarif listrik itu naik?

Kebetulan neh hari itu ada 4 narasumber yang hadir, mulai dari Bapak Sujatmiko, Jisman Hutajulu, Ruddy Gobel dan dari PLN. Menjawab pertanya di atas yang mungkin menjadi pertanyaan dalam hati saya sendiri, benarkah tarif listrik itu naik? Ternyata neh, dari bincang santai ini, diketahui bahwa tarif listrik itu tidak naik, tapi kebijakan Pemeritah pada saat ini lebih tepat sasaran. Artinya ini menjadi sebuah energi berkeadilan, dimana pemberian subsidi diberikan kepada orang yang tepat. 

Bahkan sekarang banyak yang beranggapan bahwa subsidi listrik di cabut. Itu tidak benar. Karena saat ini pemberiaan subsidi diberikan kepada yang tepat, yakni masyarakat kurang mampu. Misal neh kelompok daya 450 VA dan 900 VA tetap bersubsidi  yang ditujukan masyarakat kurang mampu. Nah untuk yang 900 VA dan 1300 VA itu sudah non subsidi, karena dilihat juga bahwa mereka sudah tergolong masyarakat mampu. Jadi, kalau masih merasa mampu, punya AC banyak, kulkas, dan lainnya jangan menjerit terus karena bayar listrik mahal, karena sudah tidak di subsidi lagi. Jadi yang 900 VA ini juga di pilih lagi, mana yang layak dapat subsidi atau tidak. 

Jadi jangan terus mengeluh ini dan itu, kita juga harus adil, karena Indonesia sendiri belum sepenuhnya bisa menikmati listrik. Dalam Rasio Elektrifikasi menyebutkan bahwa 92% rakyat Indonesia sudah menikmati listrik, dan 8% lagi belum menikmatinya. Dan subsidi inilah yang ingin diberikan kepada mereka yang belum menikmati atau tergolong kurang mampu. Karena yang 8% ini harus menjaddi perhatian kita semua. Bahkan daerah yang belum bisa menikmati listrik, 48,31 ada di Papua. 

Setelah ini jangan terus beranggapan bahwa subsidi di cabut ya, karena subsidi akan diberikan kepada yang tepat. Tentunya dinilai terlebih dahulu, keluarga mana yang layak mendapat subsidi. Kalau merasa mampu, bisa beli rokok setiap hari, coba deh tenang-tenang saja. Karena subsidi akan diberikan kepada yang berhak. Perlu diketahui bersama, bahwa selama ini penerima subsidi 900 VA itu adalah kelompok kaya, yang ternyata penerimanya lebih besar. Maka dari itu, kalau sekarang ini 900 VA sudah tergolong mampu, sudah tidak bisa menikmati subsidi lagi.

Dari bincang santai ini bisa diketahui tentang dampak kebijakan subsidi listrik tepat sasaran, seperti:

  • Dampak inflasi menunggu perhitungan dari BPS pada bulan Juli 2017, setelah penerapan subsidi listrik tepat sasaran untuk kategori 900 VA secara penuh dijalankan pada akhir Mei 2017.
  • Berdasarkan estimasi perhitungan Bank Indonesia, dampak inflasi akibat kebijakan subsidi listrik tepat sasaran kecil dan inflasi, diperkirakan tetap pada kisaran 3% (+/- 1%).
  • Komplain masyarakat juga tidak banyak. Sampai pada pertengahan Mei 2017 hanya terdapat sekitar 37 ribu pengaduan.

Dan untuk mengatasi komplain ini, ada website aplikasi pengaduan masyarakat. Ini dalam rangka penanganan pengaduan masyarakat terkait kebijakan subsidi listrik tepat sasaran. Telah disiapan website “Aplikasi pengaduan Kepesertaan Subsidi Listrik Untuk Rumah Tangga”, yang dapat diakses pada alamat www.djk.esdm.go.id. Dan mekanisme pengaduan subsidi listrik tepat sasaran adalah sebagai berikut:

  • Masyarakaat dapat menyampaikan pengaduan terkait penerapan subsidi listrik tepat sasaran melalui kantor Desa dan Kelurahan untuk kemudian diteruskan ke kantor kecamatan dan atau kantor Kabupaten. Oleh Kecamatan atau Kabupaten, pengaduan tersebut diteruskan ke Posko Pusat.
  • Apabila rumah tangga pengadu terdapat pada Data Terpadu, maka segera ditindaklanjuti oleh PLN dan diberikan tarif bersubsidi.
  • Apabila rumah tangga pengadu tidak terdapat dalam data terpadu, maka Pokja Pengelola Data terpadu akan memverifikasi pengaduan tersebut, apakah termasuk kategori miskin dan tidak mampu.

Dalam acara ini diketahui juga bahwa yang berhak menerima subsidi sudah ada dalam Undang-undang. Seperti tampak dalam gambar di bawah ini.

 

 

 

 

 

Jadi mulai sekarang jangan selalu mengeluh kalau bayar listrik mahal, coba bijak dan heat menggunakan energi. Kalau TV dan AC ga dipake matiin saja. Kalau cuaca lagi terik, ga usah pake mesin cuci, manual saja ngucek-ngucek pake tangan, toh lebih bersih. Kipas angin ga dipake juga matiin, listrik ga dipake matiin juga. Di jamin deh dengan bijak dan hemat menggunakan energi, bisa deh tuh bayar listrik ga terlalu mahal.

 


TAGS   #ListriRakyatMiskinTidakNaik / #EnergiBerkeadilan / Reportase /


Author

Freelancer, Blogger, Buzzer, wedding Planner Twitter dan instagram : @PenaLiswanti Email : Lizmudcha627@gmail.com

Recent Post

Recent Comments

Archive