pena cinta

Belajar Fiksi Bersama Femina Di Sunday Sharing 33

30 Jan 2017 - 20:39 WIB

Minggu kemarin (29/01) saya berkesempatan mengikuti acara Sunday Sharing 33 yang diadakan Blogdetik di Gedung Aldevco Octagon Building, Jakarta Selatan. Sunday Sharing ini sudah sering dilakukan, bahkan hampir setiap bulan dengan tema dan pembicara yang berbeda. Pada hari minggu kemarin, Blogdetik menghadirkan editor Fiksi Femina, yakni mba Rahma Wulandari. 

Mba Rahma selaku editor Femina bercerita banyak hal, terutama tentang fiksi Femina. Di Femina adalah yang namanya writig klinik yang merupakan acara regular. Dimana, Femina mengajak penulis untuk sharing, dan itu akan terus berganti-ganti. Fiksi Femina itu sudah ada di Majalah Femina sejak pertama kali muncul di tahun 1972. Femina sering mengajakan sayembara fiksi dengan jurinya sastrawan atau penulis terkenal. Seperti HB Jassin, Seno Gumira, dan nama-nama besar lainnya yang selalu menjadi juri sayembara fiksi dari tahun ke tahun.

Di Femina sendiri yang terbit mingguan ada satu cerpen dan sat cerber, kadang muncul juga sebagai bonus. Femina ini ada 51 edisi setiap tahun, ini artinya ada 51 cerpen yang layak terbit. Juara satu sayembara fiksi, akan masuk edisi tahunan. Untuk sayembara fiksi terbaru sudah selesai beberapa waktu lalu, dengan total tulisan yang masuk sekitar 1500 karya cerpen.

Dokumen Pribadi

Cerpen yang masuk ke Femina, kebanyakan bercerita tentang kehidupan perempuan. Baik itu cerita tentang perempuan yang panik belum menikah, dilangkahi adiknya, dan lainnya. Cerita perempuan dari berbagai sudut pandangan juga bisa masuk ke Femina, yang penting dikemas dengan cara yang baik. Misal ada kisaha kekerasan, kalau bisa dibuat dengan bahasa dan cara yang baik tentu saja bisa, seperti move on dan bangkit daria masa lalu. Dan yang pasti banyak sekali masalah perempuan yang bisa diangkat dan dijadikan cerpen, sehingga pembaca suka serta terinspirasi. Femina juga suka dengan cerpen atau cerber dengan karakter utamanya adalah pperempuan.

Mba Rahma menerangkan tentang 3 elemen penting naskah fiksi yang layak muat. Yang harus diperhatikan dalam membuat cerpen/fiksi adalah:

  • Melatih EYD supaya bisa memperhatiakan teknis. Misalnya neh di situ disambung jadi disitu.
  • Mengecek publisher style.
  • Self Editing itu penting. Rahasia dalam mengedit pekerjaa atau tulisan sendiri sangat sederhana. Kita hanya perlu menjadi pembaca bukan penulisnya. Jadi bukan masalah typo saja. Di Femina sendiri kalau banyak typo akan susah atau disisihkan.

Dalam konten fiksi, ternyata dialog sangat berguna untuk membangun cerita. Dimana, dialog berfungsi menjadi suara untuk karakter dalam cerita. Fiksi juga harus mencerminkan dunia nyata, termasuk latar dalam cerita tersebut. Misalkan bbercerita dengan latar cafe atau sekolah. Dalam fiksia atau cerpen, bisa ditulis dalam 1500 sampai 1800 kata. Dan tips penting neh dari mba Rahma, adalah ketika membuat cerpen, harus terus berlatih menemukan gayanya sendiri. Dari ide, tema dan kemasan bercerita itu akan seperti apa nantinya.

Dokumen Pribadi

Mba Rahma juga mengajak peserta Sunday Sharing untuk belajar membuat sinopsis cerpen, dari ide, karakter dan komplik. Saya pun jadi tahu dan belajar banyak hal dalam kegiatan sunday sharing ini. Kebetulan suka banget bikin cerpen. Saya jadi tahu bagaimana membuat ide cerita yang pas, komplik didalamnya, sehingga pemba bisa suka.


TAGS   Sunday Sharing / FeminaXBlogdetik /


Author

Freelancer, Blogger, Buzzer, wedding Planner Twitter dan instagram : @PenaLiswanti Email : Lizmudcha627@gmail.com

Recent Post

Recent Comments

Archive